Sabtu, 13 April 2013

Bandung Oh Bandung (Part 1)

Ini salah satu pengalaman kami dimana niat untuk having fun itu sering tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk tiap ada kesempatan.

Kira-kira 2 tahun lalu kami berdiskusi cukup alot, diskusi untuk menentukan nilai prestise kami di mata masyarakat, diskusi untuk merealisasikan niatan kami untuk jadi backpacker.

Yup, diskusi ini sempat berjalan alot dan nyaris adu jotos, hanya untuk menentukan destinasi travelling kami. Gimana tidak, saya sudah capek-capek mikir mau ke Spanyol, Italia, ato yang paling dekatlah, di Thailand, eh, si Jeri malah pengen ke Pulau Komodo. Ya, gak papa sih kalo emang traveling ke Pulau Komodo nya dengan cara manusiawi, masalahnya dia maunya kita gak pake penginapan, cukup bawa tenda, terus bangun tendanya di tengah-tengah pulau, biar lebih dekat dengan alam dan interaksi dengan komodo juga lebih intens. Komodrit!! (plesetan dari anjritt!) Gak sekalian aja sebalah-sebelahan sama sarang komodo, makan bareng komodo, berendam bareng komodo! Kalo bosen jadi manusia terus mau bermutasi jadi si Komo jangan ngajak-ngajak lah.

Well, setelah berdiskusi penuh keringat dan air mata, kami memutuskan untuk travelling ke Bandung! Memang sih bukan salah satu dari beberapa tempat yang kita pikirkan, tapi mengingat keterbatasan waktu dan jaraknya yang lebih dekat, kita milih Bandung aja.

Iyeee, iyeee...emang masalahnya utamanya di bujet kok, ke Bandung lebih murah!

Dan setelah persiapan cukup, kami pun berangkat. Naik pesawat! bukan lewat jalur darat! Sekali lagi..dengan pesawat!

Iya sihhh, emang lebih murah jatuhnya klo naik pesawat, maklum, tiket promo.

O iya, kami start nya waktu itu dari Bali.

Dan mulailah kami, saat harinya tiba, berangkat dari kos-kosan, kami minta bantuan 2 orang temen kosan untuk ngantarin ke erpot naik motor, ajaibnya 4 orang yang lainnya dengan mata berbinar menawarkan diri untuk ngantar juga, sungguh kami berdua tidak pernah sadar kalo sesungguhnya ada niat busuk di balik semua itu. Ya, demi oleh-oleh! Kami terlambat menyadarinya dan dengan gembira mempersilahkan mereka untuk ikut berkonvoi.

First disaster happened, baru aja tinggalin kosan, hujan turun, dan bukan gerimis, tapi super deras, iya, deras sederas air mata jomblo yang kehabisan sabun di malam minggu - mikir keras -

Berhubung kami harus ngejar pesawat, mau gak mau hujannya terpaksa ditembus. Boro-boro pake jas hujan, anak kosan beli makan aja udah harus semedi semalaman dulu untuk menyisihkan duit, apalagi untuk beli jas hujan! Dan bisa ditebak, kami basah kuyup.

Ironisnya, di depan bandara, langit tiba-tiba cerah ceria, matahari bersinar manja, fakkkkkkkk! Semua orang menatap nanar nan miris liatin dua lelaki melata masuk erpot dengan basah kuyup padahal langit cerah. Ahhhh, andai mereka sadar apa yang telah kami lalui. Harus sehina inikah kamu untuk menginjak tanah Bandung?, begitu pikir saya. Sementara si Jeri mungkin gak mikir, dia sibuk guling-gulingan di rumput ngeringin badan. Pffftttt.....

Setelah melalui proses yang meruntuhkan harga diri dari gerbang keberangkatan, sampai ke ruang tunggu, kami akhirnya berhasil masuk pesawat dan terbang menuju Bandung. Pfffiuuhhhh..akhirnya!

*) Tu bi kontinyu...

<feb>

Tidak ada komentar :

Posting Komentar